cikidang-Sabadesa sebagai bagian dari Simpul Belajar CSO (civil society organization) untuk Kabupaten Sukabumi atau disingkat SIMPONI akan mulai mengambil peran yang lebih pro-aktif untuk mendukung program pemberdayaan kelompok disabilitas.
SIMPONI memiliki misi utama untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan partisipasi warga dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Sukabumi. Sabadesa bersama SIMPONI sedang fokus pada edukasi untuk promosi pencegahan kasus AKI-AKB yang disebabkan oleh aspek-aspek teknis dari sisi masyarakat atau penerima layanan publik.
oleh karena itu Sabadesa atas nama SIMPONI menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan AKI-AKB bagi komunitas atau kelompok disabilitas dan pendampingnya (keluarga/kerabat/perawat).
kegiatan ini dilaksanakan di kantor desa Cicareuh Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi, peserta yang terlibat adalah kaum disabilitas yang teridiri dari desa cicareh dan desa terdekat dengan jumlah 30 orang beserta pendampingnya.
Selain itu forum ini juga digunakan sebagai ruang sosialisasi bagi pemerintah mengenai kebijakan pemerintah dalam menyediakan layanan Kesehatan khususnya ibu hamil dan melahirkan untuk kaum disabilitas.
Dalam sesi tanya jawab salah satu peserta bercerita pengalamannya dalam melahirkan yang mengalami pendarahan berat. Lilih selaku narasumber dari dinas kesehatan memberikan penjelasan tentang pendarahan ketika melahirkan, banyak faktor penyebabnya akan tetapi, yang mesti di fahami dan di mengerti adalah periksalah secara rutin ke posyandu ataw puskesmas agar perkembangan kehamilannya bisa terpantau dan ketika ada masalah bisa ditangani dengan tepat. selain itu juga lilih memberikan penjelasan hindari 4T, Terlalu dekat jarak kehamilan, Terlalu sering, terlalu muda serta Terlalu muda.
pengalaman tersebut juga menjadi pelajaran bagi peserta lainnya termasuk peran suami yang mesti cepat tanggap dalam mendorong dan memotovasi istrinya dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
dalam kegiatan tersebut juga sabadesa coba mengadakan survey sederhana kepada peserta disabilitas dengan di dampingi oleh pendampingnya di survey terkait seberapa sering mereka dilibatkan dalam kegiatan pemerintah. dan hanya 2 orang yang sering diundang dan mengikuti kegiatan instansi atw lembaga pemerintah daerah sisanya baru pertama kali mereka diundang dan dilibatkan.
Ramdan selaku kepala desa Cicareh dalam sambutannya mengucapkan apreasiasi dan ucapan terimakasih kepada sabadesa yang bisa menggelar kegiatan di kantor desanya dan ini menyadarkan secara pribadi bahwa ada golongan yang memang sering terabaikan dalam pengambilan kebijakan yaitu kaum disabilitas. kedepan kita akan libatkan kaum disabilitas dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan pemerintah desa terutama dalam hal musyawarah yang dilaksanakan desa. pungkasnya

Bagikan Berita