sabadesa.id –Salabintana, sabadesa menggelar kegiatan lokakarya penyusunan roadmap posyandu remaja sebagai bagian dari prioritas isu advokasi dalam menurunkan angka kematian Ibu dan anak baru lahir di Kabupaten Sukabumi. kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di hotel salabintana conference resort yang beralamat di Jl. Salabintana KM 7 – Sukabumi, digelar selama dua hari dari tanggal 28-29 Mei 2021.

kegiatan ini bertujuan untuk menyusun peta jalan membentul model posyandu remaja yang akan diterapkan di tiga desa pemodelan dan akan didorong agar bisa diterapkan dan digunakan oleh semua desa di kabupaten sukabumi, roadmap ini akan disusun dalam sebuah modul yang akan digunakan sebagai panduan semua pihak dalam membina para remaja di setiap desa khususnya di lokasi pemodelan. Dalam menyusun roadmap posyandu remaja ini sabadesa melibatkan tim kolaborasi yang terdiri dari anggota simpul belajar (SIMPONI) yang terdiri dari 7 CSO (sabadesa, LKNU, NA Muhammadiyah, LENSA, PPSW Pasoendan, SBMI, dan FITRA Jabar, selain itu juga ada Perangkat daerah yang terdiri dari Dinas kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

dalam sambutannya Bayu Permana selaku koordinator SIMPONI (Simpul Belajar CSO untuk Sukabumi) menyampaikan kami berharap dan mengajak kepada semua peserta untuk mencurahkan semua gagasan dan ide-ide cemerlang dalam dua hari kedepan pada kegiatan ini, sehingga mewujudkan rekomondasi kegiatan dalam penurunan AKI/AKB di kabupaten sukabumi. kami juga ucapkan terimakasih kepada pihak private sector yaitu PT. Yakult yang sudah mensuport kegiatan ini. kedepan kita akan mengajak dan membuka peluang kepada semua perusahaan yang mempunyai kepedulian terhadap kesehatan dalam penurunan angka Kematian IBu dan Bayi beserta kesehatan remaja untuk ikut terlibat. paparnya.

Dian anggareni selaku FC menambahkan bahwa Posyandu Remaja ini merupakan hasil kesepakatan tim kolaborasi yang didalamnya terdiri CSO dan perangkat daerah. melihat kombinasi tim kolaborasi ini, saya optimis program ini bisa berkontribusi terhadap penurunan AKI-AKB di kabupaten sukabumi. ungkapnya

inisiatif pembentukan posyandu remaja ini juga mendapatkan respon yang baik dari kepala dinas kesehatan yang hadir mewakili Bupati Sukabumi untuk membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya kedis kesehatan Harun Alrasyid berharap posyandu remaja agar segera terbentuk agar terjadi pemahaman yang nenyeluruh kepada masyarakat khususnya pada remaja tentang 5T ( Testing, Tracking, Tresing, Treatment, Telling) dan 5M (menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, memakai masker, mengurangi aktifitas) sehingga selain dari menurunkan AKI-AKB juga mampu menekan angka laju penularan covid19. tegasnya

Dalam kegiatan ini peserta merumuskan target perubahan dan memetakan aktor yang bisa membuat perubahan serta menyusun strategi advokasi yang akan diterapkan untuk mencapai target perubahan yang baik hingga tahun 2023 dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten Sukabumi.

keterlibatan PT.yakul Indonesia persada pada kegiatan ini adalah sebagai salah satu perusahaan yang mensupport kegiatan yang diselenggarakan sabadesa. support tersebut berupa ponsoship dengan memberikan hasil produknya untuk para peserta kegiatan dan pemberian tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan dari PT.Yakult kepada kepala dinas kesehatan yang dalam kegiatan ini mewakili bupati sukabumi yang berhalangan hadir.

Bagikan Berita