Sabadesa.id – Pemerintah Desa Parungkuda Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat berinisiatif untuk memulai penyusunan Tata Ruang Desa berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (Tiga) Hari pada tanggal 9-11 Desember 2018 dengan melibatkan tokoh masyarakat desa, kelembagaan dan Kepala Dusun Kadus. Kegiatan pemetaan ini difasilitasi oleh Bayu Permana (Pendamping Desa) dan Rahmat Kurnia (KPLH Belantara-Bandung).

Latar Belakang Masalah

  • Masyarakat desa sudah melupakan kearifan lokal (pengetahuan tata wilayah yang diwariskan dari para leluhur) dalam tata kelola pembangunan.
  • Dokumen perencanaan pembangunan seringkali tidak mempertimbangkan aspek sosiologis dan ekologis.
  • Tidak adanya penegasan batas desa dan dusun.
  • Desa tidak memiliki data yang akurat terkait informasi spasial (ruang) desa. Seperti data luasan wilayah desa, permukiman, lahan tutupan, jalan desa,sungai, fasilitas umum dan lain sebagainya.
  • Pengadministrasian pertanahandi level desa mengalami kekacauan.

Solusi

Penyusunan Peta Tata Ruang Desa Parungkuda Berbasis Kearifan Lokal

Proses Penyelesaian Masalah

  • Pemerintah desa parungkuda menyusun rencana arah pembangunan desa.
  • Pada hari pertama pemerintah desa, kadus, Kelembagaan desa melakukan workshop untuk membahan kondisi eksisting desa parungkuda.
  • Pada hari pertama peserta difasilitasi untuk menyepakati target output dari aktifitas pemetaan selama 3 hari.
  • Pada tahap perencanaan disepakati struktur pelaksana, pembagian tim, pengadaan alat dan bahan (ATK, GPS, Peta Dasar), dan acuan panduan pemetaan (Titik koordinat, rencana area dan rencana garis)
  • Pada hari kedua dilaksanakan pemetaan dilapangan dengan aktifitas pengambilan data umum yaitu batas desa dan data khusus sesuai kebutuhan seperti fasilitas umum, blok pemukiman dll.
  • Pada hari ketiga data-data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan perbandingan dengan sumber data yang ada sekaligus dikonfirmasi pada tokoh masyarakat dan kepala dusun.
  • Data-data yang sudah valid kemudian diolah menjadi peta batas desa dan gambaran kondisi eksisting desa.
  • Peta tersebut kemudian disosialisasikan pada para pihak untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam urusan tata kelola desa.

Pelaku

  • Pemerintah desa
  • Kepala Dusun
  • Pendamping Desa
  • Tim Ahli

Hasil

Pemerintah desa parungkuda memiliki peta administrasi dan peta kondisi eksisting yang memuat batas desadan tata guna lahan desa dengan data-data yang bisa dipertanggung jawabkan

Pembelajaran

  • Pemerintah desa memiliki informasi tentang kondisi desanya berdasarkandata-data yang bisa dipertanggung jawabkan.
  • Kepala dusun memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang dasar-dasar penyusunan peta desa.  

Rekomendasi

  • Pemerintah desa agar melengkapi informasi kondisi eksisting desa sesuaikebutuhan seperti informasi sebaran dana desa, aset desa, dan lain sebagainya.
  • Pemerintah desa agar dapat menyusun peta tata wilayah berbasis kearifan lokal.
  • Pemerintah desa agar mulai menyusun rencana pembangunan dengan tetap menjaga fungsi ekologis (sungai, mata air, wilayah konservasi, hutan lindung)dll.

Kontak Informasi

  • Oni Sudrajat

Kontributor

  • Sabadesa Institute