SABA DESA.ID. sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi Masyarakat khusunya Ibu – Ibu rumah tangga.Jaringan pekerja Rumahan Sukabumi Yang tergabung Dalam Pusat Hak Sarikat buruh (TURC ) gelar festival Pekerja Rumahan Buruh ( Tanpa ) Pabrik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat,Kepala Desa,BPD, Pendamping desa,perwakilan tokoh masyarakat serta segenap komunitas Penggiat industri rumahan Se-Desa Palasarihilir Dan sekitarnya.
Kegiatan ini diawali dengan beberapa Kata sambutan diantaranya Camat kecamatan parungkuda yang diwakili oleh Kasubag Keuangan , Kepala desa dan staff lokal TURC dari Kabupaten Sukabumi yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan kreasi hasil produk Ibu – ibu pekerja rumahan.


”Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan sekolah perempuan sukabumi dan para pekerja rumahan sukabumi agar masyarakat memahami bahwa dalam komunitas ini banyak hal – hal positif yang bisa didapat setelah kita bergabung dengan organisasi ini’ tutur DEBY MARLIN,S.Pd selaku staff lokal pusat advokasi sarikat buruh kab Sukabumi kepada Saba Desa.ID Yang bertempat di kp Cibelendok Rt/Rw 10/1 Desa PalasariHilir Kec Parungkuda Kab Sukabumi Pada Minggu 11/11/2018.
Adapun TURC lanjut deby merupakan pusat advokasi perburuhan khususnya pekerja rumahan lebih spesifik nya unutk mengangkat hak – hak pekerja rumahan yang ada dikabupaten sukabumi, contohnya didesa Palasarihilir inikan, masih banyak yang menjahit,menyulam bertahun –tahun tapi mereka belum mendapatkan kesejahteraan BPJS kesehatan BPJS Ketenaga Kerjaan sehingga ketika ada resiko kecelakaan mereka harus berobat sendiri, masih mengeluarkan uang sendiri dengan hasil upah kerja yang minim, Misalkan upah dari atasnya itu seharga 20 Ribu sedangkan nyampe ke pekerja rumahannya hanya 300 rupiah nah” maka dari itu kami dari TURC yang merupakan lembaga kerjasama antara negara Australia dengan negara indonesia nonpemerintah hadir untuk membantu Mendorong membuat perbup atau undang – undang untuk kesejahteraan para pekerja rumahan yang layak sama dengan buruh pabrik di luar sana. Alhamdulillah selama kurang lebih dua tahun Brjalan Anggota kami awalnya 20 Orang ikin sudah bertambah menjadi 110 orang”Tegasnya

Masih dalam kesempatan yang sama Tim SABA DESA.ID Menyandangi salah seorang Ibu peserta Festival sebut saja “Bu Oom 41 tahun warga Kp Cibelendok Rt/ Rw 04/01 Mengaku” Awalnya Gak ngerti Apa itu Komunitas TURC Malah seringkali digosipkan dengan jaringan atau aliran yang enggak – enggak. maklum ibu – ibu kan sukanya ngerumpi sambil gosip”imbuhnya sembari tertawa ria. tapi alhamdulillah setelah mendengar langsung dari Yang berkopenten sekarang saya mengerti dan banyak mendapatkan wawasan tentang bagaimana menjadi seorang ibu rumah tangga yang hidup di zaman NOW yang tentunya berbeda dengan zaman dulu yang mana sekarang tidak bisa hanya mengandalkan hasil Usaha suami tapi kita juga sebagai seorang istri harus bisa membantu tanpa harus keluar Rumah”Pungkasnya


guna memupuk semangat Seluruh Peserta yang merupakan Ibu – Ibu pekerja rumahan dipersilahkan naik keatas panggung secara bergiliran Untuk menampilkan hasil produk nya masing – masing mulai dari berbagai macam pakaian,makanan lokal,anyaman tas dari Limbah bungkus kopi dan lain lain
disesi akhir kagiatan ini deby berharap dengan digelarnya kegiatan ini dan berdialog dengan mengundang beberapa pemangku kebijakan kedepan bisa terbangun sinergitas antara pemerintah dengan TURC untuk kesejahteraan para buruh hususnya ibu ibu pekerja rumahan bisa lebih berdaya’ harap DEBY Mengakhiri