Sabadesa.id- Diskominfo Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi bersama RTIK (Relawan teknologi informasi dan komunikasi), KIM (Kelompok informasi masyarakat) dan Diskominfo Kota/Kab Se-jawa barat pada hari Kamis (8/11) yang bertempat di Aula Diskominfo Jabar.

Rakor dengan mengangkat tema “Aktualisasi diseminasi informasi dan pemberantasan hoax” di buka oleh Haning Wiyatmoko (Kepala Diskominfo Jabar).

Dalam sambutanya Haning berharap rakor ini dapat menghasilkan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara FK KIM dan RTIK dalam penangkalan hoax.

“Community empowerment hanya bisa terwujud ketika terdapat sinergitas antara peran pemerintah dan unsur masyarakat”. ungkap Haning

Menurutnya sejak pasca reformasi, kanal informasi tidak lagi dikontrol oleh penguasa. tetapi keran itu telah terbuka lebar bahkan informasi menjadi berlimpah.

“Sebagaimana di ketahui sekarang kita sudah masuk era industry 4.0, oleh karenanya tidak ada jalan kembali kecuali dengan segera melakukan penyesuaian dalam memanfaatkan TIK”. lanjut Haning

Perubahan pola komunikasi ini terjadi akibat dari pergeseran budaya. Di masa lalu kita hanya dapat mengakses informasi melalui koran tetapi hari ini secara real time semua kejadian diberbagai pelosok terupdate melalui media sosial.

Hanim juga menambahkan bahwa fake news (hoaxs) atau berita yang dipalsukan itu terjadi karena pemahaman kita yang lemah terhadap fakta.

“Percepatan informasi ini harus di imbangi dengan meningkatkan kualitas filter informasi di masyarakat”.Tegas Hanim

Dalam penutupnya Hanim menyampaikan keinginan Gubernur Jabar yaitu mewujudkan desa digital.

“Tentu ini tidak mudah tetapi menjadi tantangan kita semua untuk bersinergi melakukan komunikasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan impian bersama mewujudkan desa digital”. Pungkasnya

Dalam sesi pertama pemaparan materi di sampaikan oleh Yus Hartiman (Ketua KIM JABAR) ia menegaskan bahwa yang dimaksud dengan KIM itu tidak ada batasan wilayah asalkan menjalankan pola ADINDA (Akses, Diskusi, Informasi Networking, Desiminasi, dan Aspirasi).

“Di jawa barat itu kim terbanyak sekaligus pengunggah hoax terbanyak. Oleh karena itu tujuan KIM adalah mewujudkan warga jabar yang cerdas melalui literasi digital dan mampu menghadapi era industri 4.0”.Tutup Hartiman.