Sabadesa.id-pada hari Jum’at 20 Juli 2018 SSR (Sub-sub recipient) LKNU (Lembaga Kesehatan nadhatul ulama) Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan Launching Program Eliminasi TB dan Pertemuan Stakeholder yang bertempat di Aula Pertemuan Hotel Berlian.

Menurut Koordinator SSR Moch. Caesar Maulana kegiatan ini mengusung tema “Upaya Menuju Eliminasi Tuberkulosis Berbasis Masyarakat” mengundang Seluruh Stakeholder yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Diantaranya DPRD Komisi III Bidang Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disnakertrans, Kepala Puskesmas dan Programmer TB, serta CSO/ LSM yang membidani penyakit menular lainnya.

Suasana saat launching program SSR

Sementara program yang sedang dijalankan oleh SSR Kota Sukabumi ini focus pada penemuan kasus TB, pendampingan aasien TB serta menggalang dukungan dan memperkuat kerjasama dari stakeholder yang ada. “Tambahnya, Caesar”

Penyakit TB merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian bagi penderita. Sebagai salah satu penyakit menular, virus TB dengan sangat mudah menyebarkan virusnya hanya melalui udara. Karena nya kegiatan yang dilaksanakan oleh SSR Sukabumi ini sangat penting. Mengingat perlu adanya komitmen dari pemangku kebijakan terkait penyakit ini, agar masyarakat di wilayah Kota Sukabumi dapat terselamatkan.

Menurut Wasor TB Dinkes Kota Sukabumi baru pertama kali ini Lembaga di wilayah Kota Sukabumi yang konsen pada issue penanggulangan penyakit TB. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kerjasama dalam berbagai kegiatan dengan SSR LKNU Kota Sukabumi. Agar program yang sedang digarap dapat bersinergi dengan program yang ada di dinas kami. “Ungkapnya, Cecep”

Pihak Puskesmas Sukabumi mengatakan bahwa jumlah masyarakat yang terduga TB cukup banyak khususnya seperti daerah Kebonjati dan Kebonjaya. Penyakit TB disebabkan karena lingkungan yang padat dan tidak sehat. Sehingga pihaknya berharap  kepada Dinas PU dan Bappeda untuk memberikan bantuan infrastuktur masyarakat seperti halnya membangun Rutilahu, sanitasi lingkungan dsb.

Selaku CSO yang membidani issu HIV, Yayasan LENSA Kota Sukabumi berharap adanya kolaborasi penanggulangan TB-HIV  bersama-sama dengan komunitas/lembaga yang ada. Serta Deri PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) mengatakan perlu adanya edukasi kepada masyarakat terkait Issu TB. Seperti halnya sosialisasi terbuka di ruang public kepada msyarakat.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan lembaran Komitmen oleh Stakeholder Se-Kota Sukabumi.